materi kuliah
CAIRAN LAMBUNG
TUJUAN:- Menilai motilitas lambung ( kemempuan lambung untuk meneruskan isinya ke duodenum)
- Menilai sekresi lambung (asam lambung/HCl, enzim)
- Menilai unsur abnormal (darah, nanah, bakteri)
- Menilai adanya racun(forensik)
- Menilai unsur sitologik (tumor)
- Pasien sebaiknya dalam keadaan nuchter ( ma_mi terakhir 10 jam sebelumnya)
- Pasien duduk tenang, ikatlah serbet dilehernya
- Masukkan sonde kedalam mulutnya, kmeudian pasien disuruh menelan sedikit demi sedikit sampai sonde kira-kira 60 cm
- Normal : 25 – 75 ml cairan tanpa ada sisa makanan
- Sisa makanan + : ada gangguan pengosongan lambung
- Hipersekresi : > 75 ml
- Memakai indikator Toepfer atau Gunzburg
- Indikator ditaruh diatas cawan dipanaskan sampai kering,, kemudian diteteskan getah lambung à merah jambu + HCl bebas
- Jika dengan sondase getah lambung -, rangsang dengan memberikan alkohol, histamin, pentagastrin, disuntikkan SC
- Volume
- Normal : 25 -75 ml
- > 75 ml : hipersekresi, obstruksi pylorus, sindroma Zollinger Ellison
- Warna
- Normal : abu-abu mutiara agak keruh (opalescent)
- Hijau (biliverdin)/ kuning (bilirubin) : regurgitasi isi duodenum kedalam lambung à obstruksi pylorus parsial
- Merah muda : darah segar à trauma, perdarahan esophagus, ulkus, tumor
- Coklat : darah tua
- Warna lain : obat
- Bau
- Normal : agak asam
- Menyengat : peragian
- Busuk : nekrosis lambung
- Tinja : obstruksi usus, fistel
- Lendir : -
- Sisa makanan : -
- Nanah/Pus : -
- Potongan jaringan : -
Mikroskopis
- Cairan lambung dicampur dengan Lugol
- Dipulas dengan Gram
- Dilihat bakteri :
- Sarcinase : statis tanpa achlohydria
- Bacillus Boas Oppler : statis dengan achlorhydria
Asam Laktat
- Ferrichlorida + Asam Laktat àFerrilaktat
- + : obstruksi dengan hypochlorida, carcinoma, gastritis kronis
- Cara : sama dengan urinalisis
- - : normal
- + : Hijau
- ++ : biru kehijauan
- +++ : biru
- ++++ : biru tua
Tes ini dilakukan bila pasien dinyatakan achlorhydria
GENETIKA
-
Anak memiliki sifat seperti orang tuanya.Fisik, psikis, perilaku
- Hampir tidak ada seorang pun yang persis benar dengan orang lain.
- Sesuatu diturunkan, sesuatu spesifik.
- Subtansi genetik : gen, kromosom, genom →fenomena penurunan sifat dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.
- Pewarisan penyakit-penyakit dominan/resesif/terangkai kelamin.
- Variasi-variasi individu dalam suatu spesies : Hukum Mendel.
- Pewarisan golongan darah, kemungkinan golongan darah yang dimiliki, mungkin saja dapat berbeda dengan orang tuanya.
- Kelainan genetik individu → gen, kromosom.
GENETIKA
GENOS (Latin) : suku bangsa atau asal usul.
GENNO (Yunani) : melahirkan.
- Ilmu tentang keturunan.
- Ilmu yang mempelajari berbagai aspek yang menyangkut penurunan sifat (heredity)
- Untuk memahami fenomena-fenomena penurunan genetik
GEN
- Unit terkecil bahan sifat menurun.
- Besarnya diperkirakan 4-50 µm.
- Istilah gen pertama kali diperkenalkan oleh W. Johansen (1909), pengganti istilah faktor keturunan atau elemen (Gregor Mendel)
- Gregor Mendel : bahan yang terkait dengan suatu sifat/karakter yang dapat diwariskan à ‘factor’.
- 1910, Thomas Hunt Morgan à menunjukkan gen terletak di kromosom.
-
Gen : menumbuhkan serta mengatur berbagai jenis karakter dalam tubuh, fisik maupun psikis.
-
Pengaturan karakteristik melalui proses sintesa protein à kulit dibentuk oleh keratin, otot dari aktin dan miosin, tulang dari ossein, tulang rawan dari kondrin
-
Gen : tersimpan dalam kromosom, dalam manik-manik yang disebut kromomer atau nukleusom.
-
Morgan menyebut kromomer itu dengan lokus. Lokus : lokasi yang diperuntukan bagi gen dalam kromosom. à gen tersimpan dalam setiap lokus yang khas dalam kromosom.
-
Gen sebagai zarah kompak yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat-sifat menurun tertentu memenuhi lokus suatu kromosom.
-
Setiap kromosom mengandung banyak gen.
- Batas antar lokus tidak jelas seperti deretan kotak-kotak.
- Gen terdiri dari DNA yang diselaputi dan diikat oleh protein → secara kimia dapat disebut bahan genetis itu adalah DNA.
-
Sebagai substansi hereditas, gen mempunyai fungsi sebagai berikut :
- Mengatur perkembangan dan proses metabolisme individu
- Menyampaikan informasi genetis dari generasi ke generasi berikutnya
- Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom. Zarah adalah zat terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi
- Setiap gen mendapat tempat khusus dalam kromosom
- Gen bersifat antara lain :
- Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom
- Mengandung informasi genetika
- Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel
SPERMA
SPERMA/ MANI
Adalah ejakulat yang berasal dari seorang pria, berupa cairan kental dan keruh berisi sekret dari kelenjar prostat, kelenjar lainnya, dan spermatozoa
Pemeriksaan meliputi :
- Makroskopis
- Mikroskopis
- Kimia
- Imunologi
Cara memperoleh sampel
- Abstinensia : tidak berhubungan sex selama 3 hari
- Pagi hari, sedekat mungkin dengan waktu pemeriksaan
- Sperma / mani yang keluar langsung ditampung dalam gelas bermulut lebar yang bersih. Kondom tidak dianjurkan
- Wadah ditutup rapat, segera diperiksa
Makroskopis
1.Bau : bunga akasia
2.Volume
- Dapat diukur setelah mani mencair
- Normal : 2,5 – 5 ml
- Infertilitas : < 2,5 ml atau > 5 ml
3.Warna dan Kekeruhan
- Normal : putih / kekuningan / keruh
4.Kekentalan : Normal mencair dalam waktu 10 – 20 menit
5.PH
- Normal : 7,8 – 7,9
- < 6 ATAU > 8 : KURANG BERSIH
- 6,0 – 7,0 : Secret kelenjar prostat
Mikroskopis
Menggunakan mikroskop dengan pembesaran 40 X
1.Motilitas
- Aktifitas / pergerakan sperma dipengaruhi oleh waktu antara pengeluaran sampai pemeriksaan sperma. 1 jam →70 % ; 5 jam →50 %
- Penilaian : sangat aktif, aktif, kurang aktif
- Pewarnaan dengan Eosin 0,5 % → mati : merah ; non aktif : tidak berwarna
2. Jumlah
- Dengan menggunakan kamar hitung improuved Nauber luas 1 mm dikalikan 200.000
- Normal : 70 juta / ml
- Infertilitas : 20 juta / ml
3.Morfologi
- Sediaan pulasan dengan pewarnaan Giemsa, Wright, dll
- Sediaan : spermatozoa, spermatosit, sel Sertoli, sel epitel, lekosit
- Yang diperiksa : bentuk kepala dan ekor seimbang dan normal
- Normal : 20 % bentuk abnormal
Pemeriksaan Kimia
- Menilai kadar fruktosa dalam sperma
- Berasal dari vesicula seminalis
- Dipengaruhi oleh hormon testosteron, proses di vesicula seminalis dan ductus ejaculatorius. Normal : 120 – 450 mg/dl. Penyumbatan ( fruktosa 0 )
Reagen
1.Larutan Ba(OH) 2 0,3 ml
2.LArutan ZnSO4 0,175 ml
3.Larutan Resorcinol 0,1 % dalam 100 ml alkohol 95 %
4.HCL pekat
5.Std fruktosa stock → diencerkan dengan asam benzoat 0,2 %. Std fruktosa kerja → diencerkan dengan aquabidest
TRANSUDAT-EKSUDAT
TRANSUDAT – EKSUDAT
Cairan tubuh mengisi rongga – rongga dalam tubuh, termasuk rongga serosa. Rongga serosa a.l : pericardium, pleura, dll, yang berfungsi sebagai pelumas. Jumlah sangat sedikit → bisa bertambah karena peradangan.
1. Transudat
Cairan yang timbul akibat gangguan keseimbangan cairan badan bukan karena proses peradangan.
•Ciri :
•jernih, encer, kuning muda
•bJ <1018
•tidak ada fibrinogen
•kadar protein < 2,5 gr/dl
•kadar glukosa = plasma
•steril, jumlah sel sedikit
2. Eksudat
Cairan yang timbul akibat proses peradangan
Ciri :
•keruh, purulent, warna beragam
•bj >1018
•fibrinogen
•kadar protein > 4 gr/dl
•kadar glukosa < plasma
•jumlah sel dan bakteri banyak
Cara mendapatkan sampel
•Dengan punksi
•Steril
•Larutan Natrium citrat 20 % dan heparin steril
Makroskopis
1.Jumlah
2.Warna
3.Kejernihan
4.Bau
5.Berat jenis
6.Bekuan
•Mikroskopis
•Menghitung jumlah sel, lekosit, dan sel berinti lainnya
•Membedakan sel berinti satu (limfosit dan monosit), dan sel polimorfonuklear (basofil, eosinofil, netropil)
Cara :
- Buat sediaan apus
- Pulas dengan Giemsa atau Wright
- Hitung jenis atas 100 – 300 sel
- Transudat < 500
Bakterioskopis
•Buat sediaan apus
•Pulas dengan Gram atau Ziehl Nielsen
•Untuk fungi/jamur : larutan KOH (NaOH) 10 %
•Periksa dibawah mikroskop
Pemeriksaan Kimia
1.Tes Rivalta à membedakan transudat – eksudat
- Masukkan 100 ml aquabidest kedalam tabung 100 ml
- Tambahkan 1 tetes asam aseta glasial dan campurlah
- Jatuhkan 1 tetes cairan yang akan diperiksa kedalam campuran ini. Perhatikan :
- Tetesan bercampur dengan cairan → tidak keruh → transuda
- Bercampur → agak keruh → transudat
- Bercampur → keruhA seperti kabut → eksudat
2. Kadar Protein
- Periksa BJ → BJ < 1010 → pengenceran 5 – 10 X. BJ >1010 → pengenceran 20 X
- Lakukan pemeriksaan dengan cara Esbach. Atau dengan cara menghitung BJ
- 1010 → 1 gr/100 ml
- 1015 → 2,5 gr/ 100 ml
- 1020 → 4,5 gr/100 ml
- 1025 → 6 gr/100 ml
3.Kadar Lemak
- Masukkan larutan NaOH 0,1 n kedalam cairan
- Lakukan ekstraksi dengan ether. Jika cairan menjadi jernih → chyllus. Jika tidak jernih àlecithin. Untuk membuktikan:
- Encerkan cairan tersebut 5 X dengan ethil alkohol 95 %
- Panasilah dengan hati – hati dalam bejana air → jernih : lecithin
- Saring cairan tadi dalam keadaan masih panas
- Filtrat ditampung dan diuapkan dalam air panas sampai volumenya kembali seperti awal. Biarkan dingin → keruh : lecithin
TINJA / FESES
Syarat pemeriksaan
1.Harus berasal dari defekasi spontan
2.Diperiksa dalam keadaan segar
3.Wadah terbuat dari kaca
4.Pemeriksaan penting : parasit dan telur cacing
5.Pilih sebagian yang memberi kelainan.
Makroskopis
1.Warna
- Normal : kuning
- Udara terbuka : urobilin à tua
- Kuning : susu, jagung, santonin, bilirubin
- Hijau : sayuran
- Abu – abu / putih : ikterus obstruksi
- Merah : infeksi/perdarahan usus
- Bau
- Normal : indol, skatol, asam butirat
- Busuk : pembusukan protein
- Asam : fermentasi zat gula
- Tengik : pembusukan zat lemak
3. Konsistensi - Normal : agak lunak
- Diare : sangat lembek, cair
- Konstipasi : keras
- Peragian KH : berbusa ( gas CO2)
4. Lendir
- Diluar tinja : usus besar
- Bercampur tinja : usus halus
- Tanpa tinja : dysentri, intususepti, ileocolitis
5.Darah
- Semakin dalam warna semakin gelap
- Banyak : ulcus, varices oesophagus, carcinoma, haemorrhoid
6. Parasit
- Cacing Ascaris, Ankylostoma, dll
Mikroskopis
Tujuan : mencari protozoa dan telur cacing
- Telur cacing : Menggunakan larutan Eosin 1 – 2 %
- Protozoa : Lugol 1 – 2 %
- Lekosit : Asam asetat 10 %
- Rutin : Nacl 0,9 %
Yang dapat ditemukan
- Sel epitel
- Makrofag : mirip amoeba tapi tidak bergerak
- Lekosit
- Eritrosit
- Kristal
Normal : tripel fosfat, calcium oxalat, asam lemak.
Abnormal : kristal Charcot Leyden, Hematoidin
- Sisa makanan
- Sel ragi
- Telur dan jentik cacing :
- Ascaris lumbricoides
- Necator americanus
- Enterobius vermicularis
- Trichiuris trichiura
- Strongylodeus stercoralis, dsb
Pemeriksaan darah samar
1.Dengan benzidin basa
Penilaian :
- - : tidak terjadi perubahan
- + : hujau
- ++ : biru hijau
- +++ : biru
- ++++ : biru tua
2. Dengan Benzidin Dihidrochlorida
- - : tidak terjadi perubahan
- + : hujau
- ++ : biru hijau
- +++ : biru
- ++++ : biru tua
3. Guajac
- + : biru pada kedua lapisan
4. Urobilin:
Normal : merah, ikterus : -


23.29
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar