Sabtu, 07 Juni 2014

materi kuliah

materi kuliah

CAIRAN LAMBUNG
TUJUAN:
  1. Menilai motilitas lambung ( kemempuan lambung untuk meneruskan isinya ke duodenum)
  2. Menilai sekresi lambung (asam lambung/HCl, enzim)
  3. Menilai unsur abnormal (darah, nanah, bakteri)
  4. Menilai adanya racun(forensik)
  5. Menilai unsur sitologik (tumor)
Cara mengambil sampel
  1. Pasien sebaiknya dalam keadaan nuchter ( ma_mi terakhir 10 jam sebelumnya)
  2. Pasien duduk tenang, ikatlah serbet dilehernya
  3. Masukkan sonde kedalam mulutnya, kmeudian pasien disuruh menelan sedikit demi sedikit sampai sonde kira-kira 60 cm
Menilai motilitas :
  • Normal : 25 – 75 ml cairan tanpa ada sisa makanan
  • Sisa makanan + : ada gangguan pengosongan lambung
  • Hipersekresi : > 75 ml
Keasaman getah lambung
  • Memakai indikator Toepfer atau Gunzburg
  • Indikator ditaruh diatas cawan dipanaskan sampai kering,, kemudian diteteskan getah lambung à merah jambu + HCl bebas
  • Jika dengan sondase getah lambung -, rangsang dengan memberikan alkohol, histamin, pentagastrin, disuntikkan SC
Makroskopis :
  1. Volume
  • Normal : 25 -75 ml
  • > 75 ml : hipersekresi, obstruksi pylorus, sindroma Zollinger Ellison
  1. Warna
  • Normal : abu-abu mutiara agak keruh (opalescent)
  • Hijau (biliverdin)/ kuning (bilirubin) : regurgitasi isi duodenum kedalam lambung à obstruksi pylorus parsial
  • Merah muda : darah segar à trauma, perdarahan esophagus, ulkus, tumor
  • Coklat : darah tua
  • Warna lain : obat
  1. Bau

  • Normal : agak asam
  • Menyengat : peragian
  • Busuk : nekrosis lambung
  • Tinja : obstruksi usus, fistel
  1. Lendir : -
  2. Sisa makanan : -
  3. Nanah/Pus : -
  4. Potongan jaringan : -
Mikroskopis
  1. Cairan lambung dicampur dengan Lugol
  2. Dipulas dengan Gram
  3. Dilihat bakteri :
  • Sarcinase : statis tanpa achlohydria
  • Bacillus Boas Oppler : statis dengan achlorhydria

Asam Laktat
  • Ferrichlorida + Asam Laktat àFerrilaktat
  • + : obstruksi dengan hypochlorida, carcinoma, gastritis kronis
Darah Samar
  • Cara : sama dengan urinalisis
  • - : normal
  • + : Hijau
  • ++ : biru kehijauan
  • +++ : biru
  • ++++ : biru tua
Pepsin
Tes ini dilakukan bila pasien dinyatakan achlorhydria


GENETIKA
  • Anak memiliki sifat seperti orang tuanya.
    Fisik, psikis, perilaku
  • Hampir tidak ada seorang pun yang persis benar dengan orang lain.
  • Sesuatu diturunkan, sesuatu spesifik.
  • Subtansi genetik : gen, kromosom, genom →fenomena penurunan sifat dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.
  • Pewarisan penyakit-penyakit dominan/resesif/terangkai kelamin.
  • Variasi-variasi individu dalam suatu spesies : Hukum Mendel.
  • Pewarisan golongan darah, kemungkinan golongan darah yang dimiliki, mungkin saja dapat berbeda dengan orang tuanya.
  • Kelainan genetik individu → gen, kromosom.

GENETIKA
GENOS (Latin) : suku bangsa atau asal usul.
GENNO (Yunani) : melahirkan.

  • Ilmu tentang keturunan.
  • Ilmu yang mempelajari berbagai aspek yang menyangkut penurunan sifat (heredity)
  • Untuk memahami fenomena-fenomena penurunan genetik

GEN
  • Unit terkecil bahan sifat menurun.
  • Besarnya diperkirakan 4-50 µm.
  • Istilah gen pertama kali diperkenalkan oleh W. Johansen (1909), pengganti istilah faktor keturunan atau elemen (Gregor Mendel)
  • Gregor Mendel : bahan yang terkait dengan suatu sifat/karakter yang dapat diwariskan à ‘factor’.
  • 1910, Thomas Hunt Morgan à menunjukkan gen terletak di kromosom.

  • Gen : menumbuhkan serta mengatur berbagai jenis karakter dalam tubuh, fisik maupun psikis.
  • Pengaturan karakteristik melalui proses sintesa protein à kulit dibentuk oleh keratin, otot dari aktin dan miosin, tulang dari ossein, tulang rawan dari kondrin
  • Gen : tersimpan dalam kromosom, dalam manik-manik yang disebut kromomer atau nukleusom.
  • Morgan menyebut kromomer itu dengan lokus. Lokus : lokasi yang diperuntukan bagi gen dalam kromosom. à gen tersimpan dalam setiap lokus yang khas dalam kromosom.
  • Gen sebagai zarah kompak yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat-sifat menurun tertentu memenuhi lokus suatu kromosom.
  • Setiap kromosom mengandung banyak gen.
setiap kromosom (dalam kromonema) terdapat deretan lokus.
  • Batas antar lokus tidak jelas seperti deretan kotak-kotak.
  • Gen terdiri dari DNA yang diselaputi dan diikat oleh protein secara kimia dapat disebut bahan genetis itu adalah DNA.
  • Sebagai substansi hereditas, gen mempunyai fungsi sebagai berikut :
  1. Mengatur perkembangan dan proses metabolisme individu
  2. Menyampaikan informasi genetis dari generasi ke generasi berikutnya
  3. Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom. Zarah adalah zat terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi
  4. Setiap gen mendapat tempat khusus dalam kromosom
  • Gen bersifat antara lain :
  1. Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom
  2. Mengandung informasi genetika
  3. Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel


    SPERMA


    SPERMA/ MANI

    Adalah ejakulat yang berasal dari seorang pria, berupa cairan kental dan keruh berisi sekret dari kelenjar prostat, kelenjar lainnya, dan spermatozoa

    Pemeriksaan meliputi :

    • Makroskopis
    • Mikroskopis
    • Kimia

    • Imunologi

    Cara memperoleh sampel

    • Abstinensia : tidak berhubungan sex selama 3 hari
    • Pagi hari, sedekat mungkin dengan waktu pemeriksaan
    • Sperma / mani yang keluar langsung ditampung dalam gelas bermulut lebar yang bersih. Kondom tidak dianjurkan
    • Wadah ditutup rapat, segera diperiksa



    Makroskopis

    1.Bau : bunga akasia

    2.Volume

    • Dapat diukur setelah mani mencair
    • Normal : 2,5 – 5 ml
    • Infertilitas : < 2,5 ml atau > 5 ml

    3.Warna dan Kekeruhan

    • Normal : putih / kekuningan / keruh

    4.Kekentalan : Normal mencair dalam waktu 10 – 20 menit

    5.PH

    • Normal : 7,8 – 7,9
    • < 6 ATAU > 8 : KURANG BERSIH
    • 6,0 – 7,0 : Secret kelenjar prostat





    Mikroskopis

    Menggunakan mikroskop dengan pembesaran 40 X

    1.Motilitas

    • Aktifitas / pergerakan sperma dipengaruhi oleh waktu antara pengeluaran sampai pemeriksaan sperma. 1 jam →70 % ; 5 jam →50 %
    • Penilaian : sangat aktif, aktif, kurang aktif
    • Pewarnaan dengan Eosin 0,5 % → mati : merah ; non aktif : tidak berwarna



    2. Jumlah

    • Dengan menggunakan kamar hitung improuved Nauber luas 1 mm dikalikan 200.000
    • Normal : 70 juta / ml
    • Infertilitas : 20 juta / ml

    3.Morfologi

    • Sediaan pulasan dengan pewarnaan Giemsa, Wright, dll
    • Sediaan : spermatozoa, spermatosit, sel Sertoli, sel epitel, lekosit
    • Yang diperiksa : bentuk kepala dan ekor seimbang dan normal
    • Normal : 20 % bentuk abnormal



    Pemeriksaan Kimia

    • Menilai kadar fruktosa dalam sperma
    • Berasal dari vesicula seminalis
    • Dipengaruhi oleh hormon testosteron, proses di vesicula seminalis dan ductus ejaculatorius. Normal : 120 – 450 mg/dl. Penyumbatan ( fruktosa 0 )

    Reagen

    1.Larutan Ba(OH) 2 0,3 ml

    2.LArutan ZnSO4 0,175 ml

    3.Larutan Resorcinol 0,1 % dalam 100 ml alkohol 95 %

    4.HCL pekat

    5.Std fruktosa stock diencerkan dengan asam benzoat 0,2 %. Std fruktosa kerja diencerkan dengan aquabidest





    TRANSUDAT-EKSUDAT


    TRANSUDAT – EKSUDAT

    Cairan tubuh mengisi rongga – rongga dalam tubuh, termasuk rongga serosa. Rongga serosa a.l : pericardium, pleura, dll, yang berfungsi sebagai pelumas. Jumlah sangat sedikit → bisa bertambah karena peradangan.



    1. Transudat

    Cairan yang timbul akibat gangguan keseimbangan cairan badan bukan karena proses peradangan.

    Ciri :

    jernih, encer, kuning muda

    bJ <1018

    tidak ada fibrinogen

    kadar protein < 2,5 gr/dl

    kadar glukosa = plasma

    steril, jumlah sel sedikit



    2. Eksudat

    Cairan yang timbul akibat proses peradangan

    Ciri :

    keruh, purulent, warna beragam

    bj >1018

    fibrinogen

    kadar protein > 4 gr/dl

    kadar glukosa < plasma

    jumlah sel dan bakteri banyak















    Cara mendapatkan sampel

    Dengan punksi

    Steril

    Larutan Natrium citrat 20 % dan heparin steril

    Makroskopis

    1.Jumlah

    2.Warna

    3.Kejernihan

    4.Bau

    5.Berat jenis

    6.Bekuan



    Mikroskopis

    Menghitung jumlah sel, lekosit, dan sel berinti lainnya

    Membedakan sel berinti satu (limfosit dan monosit), dan sel polimorfonuklear (basofil, eosinofil, netropil)

    Cara :

    • Buat sediaan apus
    • Pulas dengan Giemsa atau Wright
    • Hitung jenis atas 100 – 300 sel
    • Transudat < 500



    Bakterioskopis

    Buat sediaan apus

    Pulas dengan Gram atau Ziehl Nielsen

    Untuk fungi/jamur : larutan KOH (NaOH) 10 %

    Periksa dibawah mikroskop







    Pemeriksaan Kimia

    1.Tes Rivalta à membedakan transudat – eksudat

    • Masukkan 100 ml aquabidest kedalam tabung 100 ml
    • Tambahkan 1 tetes asam aseta glasial dan campurlah
    • Jatuhkan 1 tetes cairan yang akan diperiksa kedalam campuran ini. Perhatikan :
    • Tetesan bercampur dengan cairan → tidak keruh → transuda
    • Bercampur → agak keruh → transudat
    • Bercampur → keruhA seperti kabut → eksudat



    2. Kadar Protein

    • Periksa BJ BJ < 1010 pengenceran 5 – 10 X. BJ >1010 pengenceran 20 X
    • Lakukan pemeriksaan dengan cara Esbach. Atau dengan cara menghitung BJ
    • 1010 1 gr/100 ml
    • 1015 2,5 gr/ 100 ml
    • 1020 4,5 gr/100 ml
    • 1025 6 gr/100 ml



    3.Kadar Lemak

    • Masukkan larutan NaOH 0,1 n kedalam cairan
    • Lakukan ekstraksi dengan ether. Jika cairan menjadi jernih chyllus. Jika tidak jernih àlecithin. Untuk membuktikan:
    • Encerkan cairan tersebut 5 X dengan ethil alkohol 95 %
    • Panasilah dengan hati – hati dalam bejana air jernih : lecithin
    • Saring cairan tadi dalam keadaan masih panas
    • Filtrat ditampung dan diuapkan dalam air panas sampai volumenya kembali seperti awal. Biarkan dingin keruh : lecithin


      TINJA / FESES


      Syarat pemeriksaan


      1.Harus berasal dari defekasi spontan

      2.Diperiksa dalam keadaan segar

      3.Wadah terbuat dari kaca

      4.Pemeriksaan penting : parasit dan telur cacing

      5.Pilih sebagian yang memberi kelainan.



      Makroskopis

      1.Warna

      • Normal : kuning
      • Udara terbuka : urobilin à tua
      • Kuning : susu, jagung, santonin, bilirubin
      • Hijau : sayuran
      • Abu – abu / putih : ikterus obstruksi
      • Merah : infeksi/perdarahan usus

      1. Bau

      • Normal : indol, skatol, asam butirat
      • Busuk : pembusukan protein
      • Asam : fermentasi zat gula
      • Tengik : pembusukan zat lemak
        3. Konsistensi
      • Normal : agak lunak
      • Diare : sangat lembek, cair
      • Konstipasi : keras
      • Peragian KH : berbusa ( gas CO2)




      4. Lendir

          • Diluar tinja : usus besar
          • Bercampur tinja : usus halus
          • Tanpa tinja : dysentri, intususepti, ileocolitis

      5.Darah

      • Semakin dalam warna semakin gelap
      • Banyak : ulcus, varices oesophagus, carcinoma, haemorrhoid

      6. Parasit

      • Cacing Ascaris, Ankylostoma, dll



      Mikroskopis

      Tujuan : mencari protozoa dan telur cacing

      • Telur cacing : Menggunakan larutan Eosin 1 – 2 %
      • Protozoa : Lugol 1 – 2 %
      • Lekosit : Asam asetat 10 %
      • Rutin : Nacl 0,9 %



      Yang dapat ditemukan

      • Sel epitel
      • Makrofag : mirip amoeba tapi tidak bergerak
      • Lekosit
      • Eritrosit
      • Kristal Normal : tripel fosfat, calcium oxalat, asam lemak.
        Abnormal : kristal Charcot Leyden, Hematoidin







      • Sisa makanan
      • Sel ragi
      • Telur dan jentik cacing :
      • Ascaris lumbricoides
      • Necator americanus
      • Enterobius vermicularis
      • Trichiuris trichiura
      • Strongylodeus stercoralis, dsb



      Pemeriksaan darah samar

      1.Dengan benzidin basa

      Penilaian :

      • - : tidak terjadi perubahan
      • + : hujau
      • ++ : biru hijau
      • +++ : biru
      • ++++ : biru tua



      2. Dengan Benzidin Dihidrochlorida

      • - : tidak terjadi perubahan
      • + : hujau
      • ++ : biru hijau
      • +++ : biru
      • ++++ : biru tua

      3. Guajac

      • + : biru pada kedua lapisan

      4. Urobilin:

      Normal : merah, ikterus : -

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons